05 October, 2009

makan bersama

Makan Bersama, Kenyangkan Perut Tenangkan Jiwa 


Teringat keluarga di kampung saat saat bersama berkumpul,kangen tenen aku iki......Kegiatan makan bersama dengan seluruh anggota keluarga, seakan makin terlupakan. Tuntutan aktivitas orangtua dan anak, menjadi salah satu alasan menampikkan kebiasaan tersebut. Padahal makan bersama memiliki manfaat psikologis, dari hanya sekedar mengenyangkan perut. Hal itu diungkap oleh Pakar Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Adi Prianto yang biasa disapa dengan Mbak Romi, dalam diskusi bertajuk "Ayo Makan Bersama" yang digagas Rose.Menurut Romi, makan bersama bukanlah sekedar mengenayangkan perut tapi juga menyenangkan jiwa. Emosi positif lantas muncul dengan sendirinya. Dengan begitu, keharmonisan dan kekuatan dalam keluarga mudah terwujud.


Dia menilai, masyarakat Indonesia masih menganggap remeh ritual makan bersama. Padahal makan bersama bukan sebatas ritual basa-basi belaka. Lebih dari itu, Rose melihat makan bersama ibarat ibadah kepada yang Maha Kuasa. Dia berani berkata demikian lantaran kekuatan didalamnya mampu menyeimbangkan pikiran."Masing-masing anggota seolah memiliki wadah yang seharusnya. Rasa ragu dan segan seolah sirna," singkatnya.Namun, Romi menggarisbawahi pola komunikasi dan kedekatan antara keluarga turut mempengaruhi kualitas. Menurutnya, pola komunikasi dua arah dengan menunjukan rasa empati terhadap lawan bicara dirasa penting guna menghadirkan pembicara berkualitas. "Percuma, bila komunikasi terkesan kaku dan searah. Karena tujuan dari komunikasi urung terjadi," kata dia.

"Memahami pikiran dan hati lawan bicara tentu akan membuat komunikasi berjalan efektif dan interaksi timbal balik. Ini yang justru menciptakan suasana harmonis dan intens pada setiap anggota keluarga," tambahnya.

Hal senada dikatakan oleh Pakar Sosiologi Keluarga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Erna Karim. Dia menuturkan, makan bersama keluarga tanpa disadari memiliki fungsi penting yaitu, mengenalkan diversifikasi makanan pada anak, membentuk pola sih anak dan mengikat kebersamaan suatu keluarga dalam masyarakat. Belum lagi, pola kasih sayang antar keluarga bisa tercermin dalam makan bersama.
"Fungsi-fungsi seperti itu yang akan membentuk pola harmonis dalam keluarga dan menghindarkan diri dari masalah seperti kasus suami tidak bertanggung jawab, ekonomi, cemburu, kekerasan dan poligami," tuturnya.

Komunikasi
Peran kedua orangtua memahami anak-anaknya sangat diperlukan. Apalagi, budaya timur yang berlaku di Indonesia masih menempatkan orangtua pada posisi yang tinggi dan menentukan. "Berbeda dengan budaya barat yang sejajar. Maka dari itu, awal komunikasi berasal dari orang tua," tegasnya.Romi menyarankan kepada para orang tua, saat menjalin komunikasi dengan para anggota keluarga perlu memperhatikan hal-hal semisal, observasi bahasa tubuh. Menurut ibu dari satu anak itu, pengetahuan terhadap bahasa tubuh bisa memudahkan orang tua memilih bahasa yang tepat dan cermat guna mencairkan suasana.
Tak lupa dia mengingatkan para orang tua agar menghindari intimidasi terhadap anak-anak. "Anak-anak biasanya tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Berlakukan anak sebagai teman atau sahabat, itu jauh lebih baik," katanya.

Tak hanya itu, perhatian terhadap jenjang pendidikan anak sebagai acuan pola komunikasi yang digunakan sangat penting. Menurut Rose, tidak mungkin gaya bahasa yang digunakan terhadap anak yang sedang menapaki jenjang SMA disamakan dengan anak yang berada pada jenjang TK. "Sebabnya, para orang tua tidak disarankan untuk menyama ratakan anak. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dan karenannya memerlukan penanganan yang berbeda pula," tuturnya.Meski begitu, Rose turut mengingatkan agar makan bersama tidak dijadikan sebagai satu-satunya momen berkumpulnya keluarga. Tetapi akan lebih baik manfaatkan juga momen lain semisal liburan bersama atau momen-momen lain dimana membutuhkan kehadiran anggota keluarga secara utuh. "Tidak semua masalah selesai di meja makan," pungkasnya.


related Article:

19 Was Commented to “makan bersama”

Post a Comment

Terima kasih atas komentar Anda/Thanxs for Ur Comments/
感谢您的评论 dan please dont SPAM yach...

 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo