Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts

07 March, 2010

ilegal dari China


بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
ilegal dari China
Seperti pada postingan sebelumnya tentang China Ancam Indonesia hal ini yang berkaitan dengan Biotechnologi.Sedangkan yang saya bahas sekarang ini adalah mengenahi barang ekspor impor dengan status syah atau tidaknya begitu.Sengaja saya menampilkan image seperti pada gambar di atas karena saya beranggapan hal ini sepertinya kayak permainan chukh ghei,dengan diam diam sistem yang digunakan untuk mencari untung dengan strategi yang halus.
Nah kita sudah mengetahui dengan diberlakukannya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China mulai awal tahun 2010, arus penyelundupan barang dari China ke Indonesia diyakini akan hilang. Perdagangan bebas akan membuka secara terang benderang seberapa besar nilai barang selundupan dari China yang masuk ke Indonesia selama ini. Sungguh hal ini akan berdampak dan memang sudah nampak kita rasakan.Dari berita bisnis keuangan ini sangat detail bagamana siklus yang ada menguatkan pendapat dan analysis perdagangan.


Secara real show, barang-barang selundupan ini benar ada dan berita-berita tentang barang-barang tidak resmi pun sering muncul di media massa. Akan tetapi, data akurat tentang besaran perdagangan selundupan tidak pernah ada karena statusnya memang ilegal.Wah hal ini akan bikin heboh negara kita saja ya.Salah satu cara untuk melihat ada tidaknya indikasi perdagangan ilegal, yaitu perdagangan yang tidak tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS), bisa didapat dari perbedaan angka neraca perdagangan antara China-Indonesia.Dapat diambil contoh dengan neraca perdaganagan. Data versi statistik di Indonesia dengan versi statistik bertaraf internasional seperti CEIC Data Company mencatat perbedaan yang sangat signifikan. Terdapat selisih impor dari China ke Indonesia sebesar lebih dari 2 miliar dollar AS per tahun selama periode 2004 hingga 2008.

Nah hal dia atas sangat signifikan merambah pada impor ilegal.Kondisi sebaliknya juga bisa terjadi. Terdapat perbedaan pencatatan data ekspor dari Indonesia ke China. Nilai barang yang diekspor oleh Indonesia tercatat selalu jauh lebih kecil dibandingkan dengan data-data dari pihak China. Hal ini menandakan ada aliran ekspor ilegal dari Indonesia ke China.
Perbedaan juga bisa terjadi karena ada praktik importasi dengan transit kapal (transhipment), ketika suatu barang yang akan diekspor ke negara lain ditransitkan terlebih dahulu di Indonesia, misalnya, sehingga seakan-akan barang diekspor dari Indonesia..Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Slamet Sutomo menjelaskan, ketimpangan yang terjadi pada neraca perdagangan antara Indonesia dan China menunjukkan ada impor ilegal yang dilakukan melalui pelabuhan tidak resmi.

Ehm dari sini dapat kita ambil point-point-nya.Bisa juga karena terjadi manipulasi dokumen impor, baik dari nama jenis barang, volume, maupun nilai barang.Dari contoh pada neraca perdagangan antara China dan Indonesia pada periode 2004 hingga 2007, perbedaan penghitungan itu mencapai 30 persen.Baru pada tahun 2008 perbedaan itu turun menjadi 11 persen, tetapi tetap melebihi batas lima persen.Penurunan pada tahun 2008 ini dapat pula dijelaskan karena ada perbaikan metode pencatatan statistik impor, dari Sistem Perdagangan Khusus (Special Trade System) menjadi Sistem Perdagangan Umum (General Trade System). Tujuan perubahan tersebut adalah agar sistem mampu menyamakan angka-angka dari kedua negara.

Dengan perubahan ini, impor barang yang bertujuan ke kawasan berikat, yang sebelumnya tidak dihitung, menjadi dihitung. Pada sistem sebelumnya, kawasan berikat dianggap sebagai luar negeri sehingga barang impor yang masuk ke kawasan ini tidak akan dicatat sebagai impor. Dengan sistem pencatatan yang baru ini, selisih perdagangan Indonesia dengan China mengecil, menjadi separuhnya.
Akan tetapi, masih terdapat 1,97 miliar dollar AS yang tetap berperan sebagai indikasi kehadiran barang-barang yang tidak resmi karena tidak terjelaskan.
Dampak dari membanjirnya barang selundupan jelas merugikan. Selain negara kehilangan pendapatan dari pajak, harga barang sejenis yang tidak resmi ini menjadi lebih murah dan meminggirkan barang buatan lokal.


Selanjutnya bagaimanakah langakh yang akan diambil pemerintah kita ya?Saya pernah membaca kerjasama Inonesia dengan Jepang dan korea hal ini tidak separah dengan di china,Dengan perjanjian perdagangan bebas, mereka didorong untuk memilih jalan resmi karena rendahnya atau hapusnya tarif bea masuk. Bagi Indonesia, hilangnya impor ilegal dari China ini perlu menunggu waktu paling tidak selama setahun (atau lebih) untuk pembuktiannya.Nah saya jadi bertanya apakah memang bener dalam diam kita eh negri kita ini dijajah oleh China?semoga pemerintah dapat mengantisipasi hal ini secara bijak dan baik,sehingga hasilnya baik karena tak dapat dipungkiri bahwa rakyat,masyarakatlah akan mengalami dan merasakan dampaknya.Bagaimanapun juga sistem perekonomian Indonesia inilah yang diharapkan mampu mengantisipasinya dengan baik,bukankah begitu sahabat????.

06 February, 2010

Persaingan Pasar Batik dengan China

بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Batik Local Mampu Bersaing dengan Batik China
SubhanAllah seneng rasanya ternyata produk negri kita(Indonesia)tidak kalah dengan produk china yang memiliki kesamaan yakni tentang  Batik.Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu meyakini industri batik lokal mampu bersaing dengan batik murah dan massal dari Cina. Hal itu karena batik buatan pengrajin Indonesia berkualitas tinggi dan memiliki banyak corak sehingga mampu memenuhi minat konsumen.
"Kalau kita, menurut saya, pengrajin tidak terganggu. Yang penting variasinya. Orang kan tetap akan memilih variasi daripada yang murah dan coraknya sama. Mereka (pengrajin) juga merasa bisa bersaing,’’ katanya di Kantor Kemenko Kesra, Jumat(kemarin).
Ehm sungguh berita yang berkaitan dengan ekonomi yakni Persaingan Pasar Batik antara china dengan Indonesia.... saya bangga produk Insonesia tidak kalah dengan produk China

Menurut Mari, industri batik tanah air memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dan berkontribusi positif terhadap produk domestik bruto nasional (PDB). Pada 2008, industri batik nasional memiliki angka ekspor 78 juta dolar AS dangf menyerap 603 ribu tenaga kerja.Jumlah yang sangat memuncak luar biasa.
Sedangkan, unit usaha yang dipekerjakan melalui industri batik ini adalah sebanyak 50.315 unit. "Industri kreatif itu sekitar 7,9 persen PDB 2008 dimana fesyen sekitar 25-27 persen. 50 persennya adalah berbasis batik,’’ ujarnya.Wah perkembangan yang cepat melajunya he..he..
Mari menyebutkan, ekspor batik tahun lalu sempat mengalami penurunan disebabkan penurunan permintaan pasar luar negeri. Namun, ia tidak menyebutkan angka pastinya. "Untuk 2010, kita targetkan balik lagi ke angka 2008. Setelah itu, kita harapkan bisa meningkat terus,’’ katanya.
Untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekspor batik nasional, menurut Mari, pemerintah terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah mencari cara agar biaya produksi batik tidak meningkat akibat konversi kompor minyak tanah menjadi kompor gas.Inilah yang perlu di upgrade dengan baik,semoga lancar gitu yach...

"Yang harus kita jawab bagaimana konversi gas ke minyak tanah, kompornya, suplai gasnya, supaya tidak meningkatkan biaya produksi dan bagaimana kalau minyak tanah itu kan bisa diatur apinya, kalau dengan gas sedang dieksperimen apinya untuk bisa kecil sama seperti kompor minyak tanah,’’ katanya.Siip juga yang di sampaikannya
Wah disamping itu pula sungguh luar biasa.Menanggapi pengakuan UNESCO atas batik, Mari menilai hal itu cukup penting. Alasannya, pengakuan itu bisa mendorong nilai bagi pengembangan industri batik Indonesia. Selain itu, batik telah menjadi identitas bangsa Indonesia. ‘’Bila masyarakat kita bangga menggunakan batik sebagai bagian identitas kita, dengan sendirinya itu akan menciptakan pasar.

Semoga karya negri kita Indonesia tetep baik berkualitas dan tentunya meningkat dan menembus pasar internasional amien,Thnxs for Miss Ririn and Miss Ayu(共和国信息) .semoga postingan ini bermanfaat dalam menyiarkan berita amien,,,

03 January, 2010

Belanja Online makin Populer di Asia Pasific



بِسْمِ اﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
Belanja Online Makin Populer di Asia Pasific

Nah kali ini saya membicarakan tentang belanja online yang sekarang lagi hangat-hangatnya di bahas he..he...Belanja online makin populer di kalangan pengguna internet di Asia Pasifik. Suatu studi yang diprakarsai Visa mencatat bahwa hampir sembilan dari sepuluh (89 persen) orang yang berpartisipasi dalam Visa eCommerce Consumer Monitor  mengatakan mereka telah berbelanja online dalam 12 bulan terakhir.

Dari hitungan persentasi yang ada ,wah melonjak naik tenan  loh....Responden dari Korea Selatan (97 persen), Cina dan Jepang (masing-masing 94 persen) dan Australia (89 persen)  sebagai jumlah pembelanja online terbanyak dari enam negara kunci yang disurvai. Dalam pertumbuhan perkuartal, jika dibandingkan dengan responden lain, Cina  dan India mencatat peningkatan belanja online terbesar selama enam bulan terakhir.Meningkatnya jumlah pengguna belanja online, dalam pandangan Mohamad Hafidz regional head, eCommerce, Asia Pacific, Visa, tak lepas dari kehadiran  kelas menengah dan meningkatnya penetrasi internet di Cina dan India.   ‘’ Tidaklah mengejutkan bahwa lebih banyak orang di kedua pasar baru tersebut akan online dan mengeksplorasi manfaat yang ditawarkan eCommerce," kata mas  Hafidz.

Semakin siip yach...Dari Riset Visa terungkap bahwa Item terpopuler yang dibeli secara online dalam 12 bulan terakhir adalah baju/sepatu (55 persen), buku (50 persen) dan unduh musik (49 persen) . Hasil monitor  juga menemukan bahwa alasan utama untuk belanja online adalah karena dapat berbelanja kapan saja (80 persen), perbandingan harga dan menghemat uang (79 persen), dapat mencari dan membandingkan produk dengan mudah (78 persen) dan mencari barang murah (75 persen).Jumlah orang di Asia Pasifik yang memiliki akses ke internet meningkat sebesar 22 persen selama periode September 2008 sampai September 2009. Cina memimpin dengan pertumbuhan sebanyak 31 persen diikuti oleh Jepang (18 persen) dan India (17 persen)  .

untuk dilihat  dari aman porane hiks..hiks..saya rasa aman aja asal bisa menjalaninya dengan baik lha iya kan???Keamanan berbelanja secara online juga medorong pengguna internet melakukan transaksi secara elektronik. Hampir setengah responden (48 persen) yang disurvai mengatakan lebih sering berbelanja online dibandingkan dengan tahun lalu, seiring dengan meningkatnya keamanan dan kepercayaan dalam pembayaran. Responden juga merasa cara terbaik untuk meningkatkan keamanan  bertransaksi apabila mendapatkan jaminan dari bank (46 persen) website yang menunjukkan bahwa mereka memiliki metode pembayaran yang aman (45 persen) dan dengan transaksi yang dijamin oleh perusahaan kartu pembayaran (40 persen).  Responden juga menyatakan akan lebih sering  berbelanja online  jika keamanan transaksi online meningkat.

Lha kalo di hubungkan dengan visa maka visa juga mencatat untuk melindungi diri terhadap penipuan, banyak responden di kawasan Asia Pasifik memilih  menggunakan Verified by Visa (25 persen) daripada alat keamanan skema pembayaran online lainnya. Verified by Visa adalah sebuah kerangka kerja pembuktian keaslian (authentication) yang melindungi konsumen dari penipuan pembayaran online dengan cara melindungi informasi kartu Visa mereka selama transaksi online berlangsung.Hafidz menjelaskan bahwa sebagian besar konsumen memahami bahwa keamanan pembayaran online merupakan tanggung jawab bersama semua pihak yang terlibat dalam jaringan pembayaran. ‘’Untuk membantu menjaga sistem tetap aman, Visa mengadopsi multi-strategi berlapis untuk keamanan pembayaran. Sebagai bagian dari pendekatan ini, Verified by Visa memberikan konsumen keamanan dan ketenangan ketika mereka melakukan pembayaran online,’’begitu kata mas Hafidz selaku regional head, eCommerce, Asia Pacific

Ehm semakin canggih bisa aja belanja lewat online ya kayak online tivi,radio merambah ke belanja online hiks..hiks...kemajuan zaman ngunu rek he..he...salam blogger n good luck yach...

03 December, 2009

Syariah keuangan di Hongkong



 Hongkong Siapkan Pasar Keuangan Syariah

Sebuah kabar baik saya dengar. Negara-negara yang tertarik mengembangkan pasar keuangan syariah mulai mengembangkan peraturan yang mendukung industri tersebut. Tak terkecuali daerah administratif khusus Cina, Hong Kong. Pemerintah Hong Kong tengah menyelesaikan peraturan pajak baru yang dapat memfasilitasi keuangan syariah. Saat ini proses peraturan tersebut pun telah sampai tahap akhir.Sekretaris keuangan pemerintah Hong Kong, KC Chan menegaskan peraturan pajak tersebut saat Asia Sukuk Summit digelar. "Hong Kong Administration sedang mengembangkan peraturan ini untuk memfasilitasi pengembangan keuangan Islam di Hong Kong," kata Chan, sebagaimana dilansir dari zawya.com.

Bagus kalo seperti ini,Peraturan tersebut dilakukan pula untuk mendukung penerbitan sukuk di Hong Kong, sehingga mendapat perlakuan sama dengan obligasi konvensional. Di tahun ini Otoritas Bandara Hong Kong juga berencana menerbitkan sukuk, kendati waktu pelaksanaannya belum dapat ditetapkan. Pejabat keuangan, Sam Kwok mengatakan pihaknya kini melihat kemungkinan cara lain untuk ekspansi. Otoritas berencana menjual sukuk dengan total 1 miliar dolar AS dengan bantuan dari Citigroup dan HSBC Holdings Plc. “Kami harap penerbitan dilakukan tahun ini, tapi untuk jumlah dan waktu pelaksanaan masih belum dapat dipastikan,” kata Kwok.

Walau Chan enggan mengungkapkan tenggat waktu terbitnya peraturan tersebut, ia mengatakan Hong Kong tak mengalami kesulitan dalam memperkenalkan keuangan Islam. Pemerintah Hong Kong pun tak mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan industri keuangan demi memperluas jaringan bisnis internasional, maupun meluncurkan produk syariah seperti indeks, sukuk atau unit usaha syariah. "Kami terus meningkatkan infrastruktur pasar dan profil platform keuangan syariah. Respon pasar saat ini sangat baik," kata Chan.

Kegigihan Hong Kong terhadap pengembangan keuangan syariah membuat Islamic Development Bank (IDB) tertarik. Beberapa waktu lalu, delegasi IDB telah bertemu dengan pejabat senior Otoritas Moneter Hong Kong dan manager aset untuk melihat kemungkinan terjalinnya kerja sama. IDB berkeinginan menerbitkan sukuk di beberapa negara dengan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara. Hal tersebut bertujuan meningkatkan aset lokal dan membantu negara menghadapi krisis keuangan. IDB kini memiliki modal 17 miliar dolar,wah kalkulasi yang banyak he..he..,akhirnya semoga pasar keuangan tersebut berjalan dg lancar dan baik,sehingga saya pun bisa mendapatkan layanan yang terbaik juga tentunya amien...
 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo