10 August, 2009

hipokondria

AWAS HIPOKONDRIA Gangguan Mental banyak macamnya.salah satunya cemas berlebihan akan menderita penyakit tertentu.Akibatnya bisa runyam,dijelaskan oleh Dr.Elisa(dokter yang tengah praktik di RS Ommi tangerang) hipokondria mengarah pada gangguan mental ,biasanya ditandai dengan perhatian yang berlebih pada tubuh sendiri.pikirannya selalu berpusat pada imajinasi penyakit yang sedang menyerang tubuhnya sehingga menyebabkan kehidupan pribadi dan sosialnya terganggu. Bagaimana kecemasan itu bisa muncul? Karena dipicu oleh keluhan yang muncul dan mengarah pada suatu penyakit tertentu,Misalnya karena sering merasa pusing kepala,merasakan tekanan batin,berpikir negative,dia-pun meyakini telah menderita kanker otak,atau beberapa penyakit kronis lainnya,padahal bisa saja gejala itu tidak berpengaruh serius pada kesehatan.Faktor trauma terhadap sesuatu yang pernah dialaminya,cemas yang berlebihan. Apakah penyakit ini ada hubungannya dengan ketidakberesan sistem syaraf otak? Sebenarnya tidak,secara kasat mata tidak ada perubahan terhadap struktur syaraf otak.Namun mirip seperti depresi,hipokondria dianalisis terjadi karena adanya gangguan zat neurotrasmitter di otak sehingga terjadi ketidakseimbangan. Siapa yang rawan menderita hipokondria? Ada kepribadian tertentu yang lebih gampang menjadi hipokondria salah satunya adalah pribadi dependen.orang yang sering memendam perasaannya juga rentan terkena hipokondria,Contohnya pada orang yang sering memendam amarah,kekecewaan atau kesedihan.Emosi negatif yang tidak disalurkan dengan baik dapat meningkatkan hormon stres yaitu kortisol dalam tubuh,efek kortisol ini dapat menyebabkan perasaan berdebar-debar,nyeri ulu hati,peningkatan tekanan darah dan gangguan metabolisme. Terapi untuk penderita Hipokondria sekilas tampak menggelikan,tapi jangan menganggap ringan penyakit ini,karena tidak diatasi sejak dini bisa menjadi kronis.Untuk mengobati tidak bisa sembarangan,dibutuhkan kombinasi dengan psikoterapi dan konseling.Terapi awal dengan meminta pasien mempelajari dan menilai gejala fisik yang dialami.Hentikan penilaian yang mengarah ke kesimpulan penyakit yang tengah dialaminya,Fokuskan pada gejala fisik yang dirasakan. Manusia memiliki unsur pikiran,perasaan dan perilaku.Perasaan sedikit banyak dipengaruhi oleh pikiran,perasaan negatif bisa muncul karena ada pikiran negatif,begitu pula sebaliknya.pikiran dan perasaan itulah yang mengendalikan perilaku. Tanamkanlah pikiran positif bahwa segala sesuatunya baik-baik saja,tapi,demi efektifnya penyembuhan,diperlukan kesadaran dan kemauan sendiri dari sang pasien.Harus ada motivasi sembuh.Dokter hanya membantu dan keluarga hanya mendukung dan memberi perhatian agar proses penyembuhan menjadi gampang. Nah dengan demikian kita hendaknya menjaga pikiran dan perasaan kita,apalagi kita berada di negri rantauan yang penuh godaan fisik dan mental,bila mampu menjaga dengan baik saya yakin anda tidak akan dihampiri hipokondria.


related Article:

9 Was Commented to “hipokondria”

Post a Comment

Terima kasih atas komentar Anda/Thanxs for Ur Comments/
感谢您的评论 dan please dont SPAM yach...

 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo