26 September, 2009

jilbab terbalik

Jilbab Terbalik Bosku Tertarik
Pengalaman ini aku alami kemarin sore saat nganter Bossku mau rolling wolrd alias pergi keliling negara sambil prospecting perusahaan.Dengan busana putih berbalut bunga-bunga,rok panjang warna hitam menambah keanggunanku memakai jilbab ungu muda,makin terlihat cantik dech(he..he..siapa dulu dhana pancen ok ok gicu).
Mobil mercedez ben yang udah mangkir sebelah taman,sementara Bossku siap-siap meluncur dan akupun agak tergesa-gesa seragam kerja segera aq ganti baju biasa.
''dhana faiti kaucung hei keijonga/dhana cepet udah waktunya pergi ke bandara''sentak bossku
''hou a moyishi siuce,ngo emsiong kinto ngo jok kungsi sam soyi ngo wun sam/iya miss maafin ya,dhana ga ingin  terlihat wah bajunya ya ganti baju aja gitu''jawabku sambil keluar sembari menyematkan penjepit jilbab
Akhirnya aku meluncur ke airport ngantar boss dengan kedua temanku,seneng banget bisa ngobrol,saling guyonan dalam mobil mewah(wuiieh..disini aku bentandang dengan mobil mewah sedang dirumah sepeda pancal aja ga punya he..he..).


Tatapan Bossku tidak seperti biasanya demikian juga dengan kedua temanku,kutanyakan ada apa kok memandangku seperti keheranan dan bossku menyatakan''kamyat lei hou leng loi a,lei ke pao daho emdung,kamji leng ti wo/kali ini kamu cantik dhana,dengan jilbab barumu semakin anggun''pujian renyah keluar dari bibir bossku dan akhirnya lambaian tangan tanda melepas kepergian beliau.
Tetapi reaksi temenku malah nyengir meringis tipis melihat pipiku yang merah merona akibat pujian bossku.
''walah Dhan mbok diteliti dulu kalo mau pakai jilbab,masa ga ngerasa kalo kamu pakai jilbab terbalik,majikanmu ga ngerti nek warna yang cemerlang terang adalah warna jilbab yang terbalik,tapi syukur jilbab terbalik mendapatkan simpatik n majikanmu tertarik memandangnya untung bukan rok kamu yang terbalik Dhan...''tegur iyoung
''hah masa terbalik,aq ga ngerasa young,makanya dari tadi yang melihat aq senyum-senyum getir ga tahunya karna jilbab yang kukenakan terbalik he..he...''selangkah dua langkah segera aku menuju ruang kecil hanya untuk membalik jilbab,dan keluar sudah dalam kembali normal bukan jilbab terbalik,he..he..pulang meringis senyum tipis kliwis-kliwis.....

Nah dengan pengalaman ini aku mengerti bahwa sesuatu yang tergesa-gesa akan menimbulkan sesuatu yang kurang mengenakkan dialami,bahkan Sunnah Kanjeng Nabi udah jelasin kalo hidup dengan sikap yang tergesa-gesa sedikit tidaknya akan berimbas kekalang kabutan yang merugikan diri kita sendiri.


related Article:

11 Was Commented to “jilbab terbalik”

  • September 26, 2009 at 11:01 AM
    NURA says:

    salam sobat
    ya pengalaman mba DHANA ,,kalau apa2 jangan tergesa-gesa,,jadi terbalik tuh jilbabnya.
    apalagi merugikan mba DHANA ,,

  • September 26, 2009 at 1:39 PM
    Rizky2009 says:

    kalau cah tulungagung bilang meding kesusu timbang kesikut haaa... ha...

    y mang bener sich kita itu g blh tergesa2 (kesusu.jawa.red) tp mskipun gt ada hikmahnyakan dapat pujian manis dr boz, untungnya boznya g ngerti... jadiin pengalaman mabk dhana.. mantab dach......

  • September 26, 2009 at 2:06 PM

    ass. DHANA
    yang penting bukan terbalik atau nggak, tapi udah pake jilbab itu sesuatu yang baik dan layak untuk ditiru .. ( jangan sampe dilepas ya...! )
    tapi lain kali yang jangan dibalik ya... he he he

  • September 26, 2009 at 2:08 PM
    Rizky2009 says:

    ini account FB q mbak inbox_koe@asiamail.com

    kalau mau bikin tukar baner kaya punya q silakan kunjungi di sini

    http://asuindo.blogspot.com/2009/07/cara-membuat-text-area-dengan.html

    bikin desainnya dulu jangan terlalu besar atau terlalu kecil, kalau udah selesai upload disini

    www.photobucket.com

  • September 26, 2009 at 2:39 PM

    @kakNura>iya kak jazhakumullah...
    @kakKibagus>walaikmslm...iya bener juga loh kak hiks..hiks...isin aq rek
    @adikkuRizky>ehm...yo ngunu kuwi lah lucu juga seru he..he...makasih banget loh ya...

  • September 26, 2009 at 7:29 PM
    sangun says:

    he..he bisa aja nih Dhana,
    untung si bos cuma tertarik.., ngga ikut-ikutan ngebalikin jilbab..
    cerita yg menarik..keep posting ya Dhan..thanks

    (Dhana..usul nih, mending komentarnya ditaruh dibawah postingan )

  • September 26, 2009 at 7:36 PM

    Assalamu'alaikum.wr wb.
    Hemm...Coba aku waktu itu lihat Dhana pakai jilabab kebalik...
    Just kidding...xixixi...

  • September 27, 2009 at 5:39 AM

    @kak sangun>he,,he,,,iya makasih ya,oh iya ntar aja aq setting hiks..hiks...
    @kakBaharuddin>walaikumsalam wr..wb,boleh kok kakak liat aq pakai jilbab kebalik asal kakak ga ikut kebalik he,,he...

  • February 22, 2013 at 8:33 AM

    tapi ga apa2 mba, akibat terbalik jadi dapet pujian. :)
    busana muslim khususnya jilbab memang kadang bisa terbalik kapan saja, apalagi jika terburu - buru dan warna yang gelap atau cerah sekali.

    salam :D

  • April 30, 2013 at 8:32 PM

    Mba fontnya kok kuning, susah saya membacanya....

  • April 3, 2016 at 2:31 PM

    Advice to friends. Advice to fellow mothers in the same boat. "How do you do it all?" Crack a joke. Make it seem easy. Make everything seem easy. Make life seem easy and parenthood and marriage and freelancing for pennies, writing a novel and smiling after a rejection, keeping the faith after two, reminding oneself that four years of work counted for a lot, counted for everything. Make the bed. Make it nice. Make the people laugh when you sit down to write and if you can't make them laugh make them cry. Make them want to hug you or hold you or punch you in the face. Make them want to kill you or fuck you or be your friend. Make them change. Make them happy. Make the baby smile. Make him laugh. Make him dinner. Make him proud.

    Hold the phone, someone is on the other line. She says its important. People are dying. Children. Friends. Press mute because there is nothing you can say. Press off because you're running out of minutes. Running out of time. Soon he'll be grown up and you'll regret the time you spent pushing him away for one more paragraph in the manuscript no one will ever read. Put down the book, the computer, the ideas. Remember who you are now. Wait. Remember who you were. Wait. Remember what's important. Make a list. Ten things, no twenty. Twenty thousand things you want to do before you die but what if tomorrow never comes? No one will remember. No one will know. No one will laugh or cry or make the bed. No one will have a clue which songs to sing to the baby. No one will be there for the children. No one will finish the first draft of the novel. No one will publish the one that's been finished for months. No one will remember the thought you had last night, that great idea you forgot to write down

Post a Comment

Terima kasih atas komentar Anda/Thanxs for Ur Comments/
感谢您的评论 dan please dont SPAM yach...

 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo