10 January, 2011

Yang Ngatur Rezeki

Seperti biasa setelah sholat Subuh,saya bersama teman-teman,berjalan-jalan menghirup udara pagi,sembari berolah raga jasmani saya sering berolah pikir kepada teman-teman saya. Berlari saling kejar-kejaran menuju jembatan tol di Kowloon City,sejenak  berhenti memandang ke arah jembatan dimana mobil-mobil mewah sudah antri di pintu loket tol.

Setelah berlari-lari saya bersama teman-teman menuju tempat duduk di sebelah warung nasi,sambil bercakap saya berkata
''ya pasti Allah,Dhan....''jawab Amina
''bukan..!jawabku menyentak memandang raut wajah Amina yang manis dan penasaran.
''Allah tidak pernah menginginkan hamba-Nya sengsara,Allah sangat ingin melihat hamba-Nya sukses,tapi karena hamba-Nya berkeinginan untuk hidup ngeblangsak,maka Allah mengikuti saja.Lantas siapa yang atur rezeki?

''Dhana,aku enggak ngerti''protes Amina 
''Nah tadi kita lihat di bawah jembatan tol itu adalah orang-orang yang kaya,wajar bila mereka memiliki mobil mewah,karena pagi buta mereka telah keluar dari rumahnya untuk mencari rezeki,maka mereka-pun menhasilkannya,sedangkan orang-orang yang ada di belakangmu ,sampai jam segini aja belum bangun,mereka pemalas.
Jadi jangankan punya mobil mewah,nasi uduk aja mereka tidak dapat,iya
kan?'' 

Hukum sebab musabab,Sunatullah alam,Takdir Allah yang telah menjadi hukum alam,siapa yang malas maka dia akan menerima segala kekurangan.Adapun mengais rezeki yang akan mereka dapatkan,akan mengikuti usahanya.Kalau usahanya maksimal,maka rezekinya-pun akan maksimal,tapi coba lihat para pemalas yang sudah siang begini masih tidur.Bagaimana ia akan mendapatkan rezeki yang berlebih sedang usahanya aja tidak ada.

''Banyak atau sedikitnya rezeki yang kita peroleh adalah kita sendiri yang menentukan,kita sendirilah yang mengatur rezeki,sedangkan Allah sekedar menyiapkannya,tergantung bagaimana kita menjemput rezeki itu'' Perlu dipahami bahwa kefakiran disebabkan oleh sikap malas dan bakhil,tidak disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga hidupnya tidak teratur.

''ehm...gitu ya,Dhan,,,kamu pantes jadi penceramah betah ngoceh he..he...tapi meski kamu ngoceh aku seneng cos ocehanmu membangun he..he..lanjut Dhan'.celetuk Amina
''kamu bisa aja...Amina,oleh karena itu jauhi rasa malas,marilah tanamkan kedisiplinan dalam diri,dan cara yang paling efektif untuk membuat diri disiplin adalah sholat tepat waktunya,kemudian rajin bersedekah agar semua mencintai,niscaya kita akan menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat amien.

Merasa tak ada jawaban akhirnya saya menoleh kearah Amina yang ada disamping,ternyata Amina sudah menghilang entah pergi kemana,mungkin ke toilet atau cuci mata dengan temen barunya. ''huh...semprul tenan...udah keluar abab menghilang lenyap he..he...''

Demikian yang dapat saya sampaikan dari pembahasan Yang Ngatur Rezeki semoga membawa sebuah renungan yang bermanfaat amien.

Jangan lewatkan postingan selanjutnya DHANA ShinTing.


related Article:

67 Was Commented to “Yang Ngatur Rezeki”

  • January 10, 2011 at 12:38 AM
    narti says:

    makasih renungan malamnya mba...
    semoga esok mulai berubah :)

  • January 10, 2011 at 12:39 AM

    Subhanallah: "''Banyak atau sedikitnya rezeki yang kita peroleh adalah kita sendiri yang menentukan,kita sendirilah yang mengatur rezeki,sedangkan Allah sekedar menyiapkannya,tergantung bagaimana kita menjemput rezeki itu'' Perlu dipahami bahwa kefakiran disebabkan oleh sikap malas dan bakhil,tidak disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga hidupnya tidak teratur." ini perlu saya ingat makasih ya Mba Dhana...

    I..LOVE....YOU..... FULL.......heheheee

  • January 10, 2011 at 12:40 AM
    sda says:

    kita tetap harus berusaha, Allah yang menentukan hasilnya.
    tetapi jangan putus asa ketika apa yang kita inginkan tidak Allah kabulkan. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita.
    mari bersyukur atas semua nikmat Allah...

  • January 10, 2011 at 12:44 AM

    @nartiamien sama sama ya

  • January 10, 2011 at 12:45 AM

    @Software Newssemoga bermanfaat yach tidak hanya di ingat tapi diterapkan mas

  • January 10, 2011 at 12:46 AM

    @sdasetuju dan terima kasih ya

  • January 10, 2011 at 12:53 AM
    nday says:

    Subhanallah sempurna nya artikel ini.
    ..mmbuat aq semakin bermotifasi ntuk menjadi lebih baik...
    terimakasih mbak dhana..!

  • January 10, 2011 at 12:57 AM

    @ndaysemoga bermanfaat mas «nday

  • January 10, 2011 at 1:19 AM

    semoga kita semua diberi kelimpahan rejeki sesuai kerja keras kita ya..:)

  • January 10, 2011 at 1:19 AM
    Kelpo says:

    Renungan yang bagus,

  • January 10, 2011 at 1:28 AM
    BLOG-SANTAI says:

    .... rejeki dah ada yg ngatur tapi kita wajib menjemputnya.. Hehe
    Alias tak bisa datang dg sendirinya

  • January 10, 2011 at 2:23 AM

    @Kelposemoga bermanfaat ya

  • January 10, 2011 at 2:23 AM

    @BLOG-SANTAIsangat tepat mas makasih

  • January 10, 2011 at 2:24 AM

    @TUKANG CoLoNGamien terima kasih ya

  • January 10, 2011 at 3:49 AM
    Kapuk Online says:

    Orang jawa bilang.."Yen tangine ora esuk, rejekine di thuthul pitik". Ternyata peribahasa jawa sangat tepat sekali

    Gedubrak...njungkel...mlumah...mengkurep...ndlosor

  • January 10, 2011 at 5:45 AM

    @Kapuk Onlineheheheeh bisa aja mas makasih ya

  • January 10, 2011 at 7:09 AM

    Iya mba'... rejeki kita telah ditetapkan oleh ALLAH dan kita diminta untuk berusaha mendapatkannya tidak sekedar mengharap uang jatuh dari langit :)

    salam mba' ^^

  • January 10, 2011 at 7:09 AM

    renungan yang Insya Allah menggugah semangat kita bahwa kita tidak mungkin berubah lebih baik kalau dari diri kita masih tetap berdiam diri di tempat. Rejeki, sudah ditetapkan Allah sejak manusia dalam kandungan, namun semua itu bisa menjadi lancar atau tidak tergantung pada manusia sendiri.
    bahkan manusia Insya Allah belum dipanggil sebelum rejekinya Habis. dan rejeki itu tidak hanya masalah materi saja, tetapi sangat luas

  • January 10, 2011 at 7:59 AM

    renungan yang membuat saya berfikir dan ingin menata kehidupan lebih baik lagi,, makasih buat renungannya mbak dhana...

  • January 10, 2011 at 9:28 AM

    Memang Rajeki sudah ada yang ngatur mbak tetapi benar rajeki memang harus dicari dengan usaha dan doa.

  • January 10, 2011 at 9:49 AM
    CahNdeso says:

    Saya setuju, yang ngatur rezeki kita adalah kita sendiri, tapi..yang menetapkan bagian rezeki kita tetap ALLAH SWT. Kalau mau rezeki kita pas-pasan, iyaaaa.... kerjanya juga gak usah ngoyoooo
    xoxoxoxo... salam sejahtera for you, Guys

  • January 10, 2011 at 9:50 AM
    q-bonk says:

    Ya memang rezeky ada yang mengatur. Nah supaya rezeki banyak maka pastikan bahwa kita berada di tempat yang tepat ketika Tuhan membagi rezeki. Gimana caranya berada di tempat yg tepat? ya....itu tadi jangan malassssssss. BTW ..Dhana ShinTing itu artinya apa ya?

  • January 10, 2011 at 10:39 AM
    sibutiz says:

    rizky sudah di atur dan yang harus kita lakukan adalah mensyukuri nikmat atau rizki tersebut,baik itu besar atau pun kecil;;

  • January 10, 2011 at 10:50 AM

    @Inge / CyberDreamerSangat setuju Neng makasih ya

  • January 10, 2011 at 10:53 AM

    @Djangan PakiesBenar sekalian yg anda sampaikan term kasih

  • January 10, 2011 at 11:02 AM
    fb says:

    Uang banyak belum tentu rezeki. Rezeki yang baik yaitu harta yang bisa kita pakai untuk membantu orang lain. Semakin banyak harta belum tentu berkah.

  • January 10, 2011 at 11:41 AM

    @Asis SugiantoBener Mas.semoga kita bisa menerapkannya amien

  • January 10, 2011 at 12:28 PM

    semua sudah dijamin kok....cuma bagaimana kita mengapresiasikan jaminan itu....mau bermalasan ok...tapi melarat...mau kerja keras... bagus..bakalan sukses.....juga tidak keduanya..sedang-sedang saja ....bisa sukses dan bisa biasa-biasa saja....yang sedang sedang aja owwww....

  • January 10, 2011 at 12:42 PM
    Abi Sabila says:

    Allah sudah menyiapkan rezeki setiap makhluknya, tinggal bagaimana sang makhluk menjemput rejekinya, juga mensyukurinya karena semakin kita bersyukur semakin Allah akan menambahnya.

  • January 10, 2011 at 1:22 PM

    @Gallery EkspresiTepat sekalian semoga kita bisa menerapkannya ya

  • January 10, 2011 at 1:27 PM

    @CahNdesoTepat sekali lam sejahterA juga ya

  • January 10, 2011 at 2:11 PM
    Information says:

    jelas kita tentu tau siapa yang mengatur rizki dan kita juga selalu sadar bahwa rizki itu sdh ada yang mengatur tp kesalahan kita sebagai manusia itu tidak pernah mensyukuri apa yang kita peroleh selama ini dan apa kita sadar lo rizki yang palaing sering kita lupakan dan sering kita tidaka sadar bahawa rizki ini yang yang kita bisa merasakan adanya semua yanga ada di dunia ini dan lo boleh tau apa kamu semua tau....? dan selama ini yang kita tau mungkin yang dinamakan rizki adalah materi ataupun berupa duniawi semata. terimakasih maaf mbk telat lagi

  • January 10, 2011 at 2:15 PM
    obat stroke says:

    saya setuju gan yang ngatur rijki itu adalah tuhan,,, tapi yangharus berusaha itu adalah kita,,,

    terima ksih gan buat infonya,,
    salam kenal aja gan

  • January 10, 2011 at 2:18 PM
    aufal says:

    sebenarnya tidak tuga bagi orang yang mungkin tidak bisa bangu pagi bukan berarti itu orang malas atau bagaimana tp yang jelas kita tidak boleh su'udzon terhadap orang lain apa kita tau jika mereka tidur di waktu pagi itu berarti males tidak juga kan dan apa kita tau jika mereka itu senang dengan menunaikan sholat malam seperti pula kanjeng nabi muhammad SAW tp bedanya Nabi kita tidak pernah tidur di waktu pagi atau siang bahkan malam yang jelas masalah rizki itu sdh di tulis di laukhil mahfud kita sebagaimanusia hanya bisa berusaha dan bdan berusahanya itu yang berbeda2 maka kita di sunatkan sebagai manusi untuk khusnudzon terhadap yang lain

  • January 10, 2011 at 2:30 PM

    @fbBener Mas Fb memang seharusnya begitu makasih ya

  • January 10, 2011 at 2:39 PM

    @aryadevi sudut kelasIya Mas seeding seeding Aja

  • January 10, 2011 at 2:50 PM

    @Abi SabilaSangat setup sekali Mas makasih ya

  • January 10, 2011 at 3:49 PM
    rethad says:

    nice post mbak, mudah-mudahan habis baca ini bisa berubah akunya ,,

    kunjung balik ya mbak ke blog ku... oh iya salam kenal :)

  • January 10, 2011 at 3:59 PM
    GudangBlog says:

    owh benar juga ya... gimana rezeki mau datang kalau kita tidak berusaha... sip. posting yang sangat bermanfaat bagi saya.. :)

  • January 10, 2011 at 6:23 PM

    @InformationTerima kasih saya Setuju ungkapan n penjelasan anda

  • January 10, 2011 at 6:25 PM

    @obat strokeMakasih n lam Kemal juga

  • January 10, 2011 at 6:26 PM

    @aufalHehe Iya juga Mas Hadith ini juga berpulang pada cara menyikapinya makasih ya

  • January 10, 2011 at 6:30 PM

    @rethadAmiens makasih n lam Kemal juga ya

  • January 10, 2011 at 6:32 PM

    @GudangBlogMien Mas Fir semoga bermanfaat ya

  • January 10, 2011 at 7:35 PM
    Rizky2009 says:

    aq sepndapat dengan mb' dhana, soal rejeki Allah sudah siapkan tinggal bagaimana manusia mau apa tidak menjemputnya, siapa cepet dia dapat

  • January 10, 2011 at 7:37 PM
    Rizky2009 says:

    dalam Al Qur'an kan juga sudah di jelaskan kalau Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum tersebut tidak mau merubahnya sendiri

  • January 10, 2011 at 8:23 PM
    Ferdinand says:

    Yupz setuju.... bukan hanya berdoa dan meminta tapi mesti juga berusaha... Allah udah nyiapin Rezekinya tinggal gimana kitanya.. mau atau nggak nanggapinnya... :P

  • January 11, 2011 at 2:14 AM

    @Rizky2009iya ris memang gitu

  • January 11, 2011 at 2:19 AM

    @Rizky2009iya riz semoga kita bisa menerapkannnya

  • January 11, 2011 at 2:20 AM

    @Ferdinandamien setuju mas Fer,makasih ya

  • January 11, 2011 at 4:52 AM
    Todi saja says:

    maaf telat juga mbak...
    hmm..bener banget apa yang dibilang mbak dhana...
    Sholat wujud hubungan manusia scra vertikal, sedangkan sedekah wujud horisontalnya...kalo semua manusia tau nikmatnya sedekah, hmmm..apa jadinya ya dunia ni? (berharap.com) ;)

  • January 11, 2011 at 9:33 AM
    Penghuni 60 says:

    "tergantung bagaimana kita menjemput rezeki itu"

    saya setuju dgn kalimat ini...
    intinya sih, semua org, baik yg pemalas maupun yg rajin itu semuanya kebagian rezeki, hanya saja tergantung bagaimana mreka menjemputnya, kalo mereka malas ya otomatis rezekinya gak nyampe..
    tul gak???

    Allah tuh Maha Adil, gak membeda2kan rezeki seseorg.

  • January 11, 2011 at 11:04 AM

    @Todi sajamakasih ya mas semoga kita bisa mengambil hikmahnya

  • January 11, 2011 at 11:07 AM

    @Penghuni 60maksih ya mas maaf saya telat

  • January 11, 2011 at 11:07 AM

    @Penghuni 60maksih ya mas maaf saya telat

  • January 12, 2011 at 3:26 AM

    nice post, BTW blognya kok sekarang sudah tidak dofollow lagi mbak??

  • January 12, 2011 at 5:05 PM
    ladang amal says:

    sependapat dengan ukhti , catatan yang sangat bermanfaat salam ukhuwah

  • January 13, 2011 at 8:04 AM
    darma_ccti says:

    SubhanaAlloh, nice artikel...
    Singkat, Padat, namun Berisi...
    seep mbak....
    :-)

  • January 13, 2011 at 8:06 AM
    darma_ccti says:

    @darma_ccti
    http://darmaccti.blogspot.com/

  • January 21, 2011 at 9:46 AM
    Kang Tiar says:

    manthap,...
    ane tunggu artikel menarik lainnyaaaaaa

  • April 7, 2011 at 8:36 AM

    Magnificent This admired is all I can point out apropos a column on the blog like this specific This accurate is absolutely a awfully allegorical section of writing You just charge to apperceive a lot about this particular

  • August 5, 2011 at 10:14 PM
    Mobil Bekas says:

    renungan yang bagus yah..
    memang jodoh rejeki dan kematian semua itu udah di atur :) kita hanya perlu bersyukur pd prosesnya :)

  • October 4, 2013 at 1:31 PM
    mulyani says:


    thx her info

  • September 12, 2014 at 6:38 PM
    US News says:

    It's my belief that mesothelioma is usually the most lethal cancer. It has unusual qualities. The more I really look at it the harder I am persuaded it does not react like a true solid tissue cancer. If perhaps mesothelioma is actually a rogue viral infection, then there is the probability of developing a vaccine and also offering vaccination to asbestos subjected people who are vulnerable to high risk associated with developing long run asbestos connected malignancies. Thanks for revealing your ideas on this important health issue.

  • March 19, 2016 at 5:48 PM

    If knowledge isn't self-knowledge it isn't doing much, mate. Is the universe expanding? Is it contracting? Is it standing on one leg and singing 'When Father Painted the Parlour'? Leave me out. I can expand my universe without you. 'She walks into beauty, like the night of cloudless climes and starry skies, and all that's best of dark and bright meet in her aspect and her eyes.

  • October 27, 2016 at 1:08 AM
    Rudy Lay says:

    She told me she just didn’t see herself as a leader and didn’t realize that other people at the school saw her as a leader as well
    Togel Online Singapore
    Togel Online Hongkong
    Bandar Togel Singapore
    Bandar Togel
    Togel Online Terpercaya
    Bandar Togel Online Terpercaya
    Togel Online
    Agen Togel Online Hanoi
    Agen Togel Online
    Togel Online Cambodia

Post a Comment

Terima kasih atas komentar Anda/Thanxs for Ur Comments/
感谢您的评论 dan please dont SPAM yach...

 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo