04 September, 2011

Ketika Rindu Menyeru

Segala Puji hanya milik Allah Swt
Tak terasa sudah seminggu lebih saya berada di Kampoeng halaman,setelah sekian lama mengembang tugas di negara Cina akhirnya kini bisa berkumpul kembali dengan keluarga besar baik di Malang aupun di semarang.

Setelah berekspresi dengan TANPA JUDUL saya ingin mengutarakan kembali sebuah rasa dan motivasi dengan sapaan ketika rindu menyapa.
Oh iya sebelumnya saya minta maaf hampir sepekan offline dijarenakan kesibukan yang mngintari pada aktivitas saya sehingga kalaupun online hanya sebatas tengok mengengok saja.

Saya ucapkan kepada mbak AMI yang sempat kontak saya,mas Tranggalek Jelita yang sempat telp saya,mas Nyariadi yang sempat kontak saya juga.Tak lupa kepada pak Ies(Djangan Pakies)yang belum sempat sowan hehehe.Mbak Tarry yang saya kehilangan nomor hpnya hihihi.
Kalau di tanya keberadaan saya sekarang ini,saya masih di Semarang,sempat juga ketika membaca statusnya mas GAPHE yang di semarang namun sayang ketemuannya kayaknya susah xixixi.

Ketika Rindu Menyeru membuahkan ungkapan puisi

Deretan kalimat Takbir yang menyeruak memecah lamunanku
Hatipun tersentak untuk bangkit menuju Sajadah Cinta
Alunan gema Takbir menggema menggetarkan jiwa
Namun mengapa kian hari semakin sepi
Alangkah indahnya hidup ini,andai dapat bersama lagi

Rangakaian kenangan di malam Fitri ini
Entah kapan kan terulang lagi menghiasi jeritan malam Suci
Semoga aku menemukan sebuah berkah
Agar hidupku mencapai Maghfirah dari-Nya
Hidup yang selalu mendapatkan Hidayah 

Tuhan....dengarkanlah jeritan ini
Ampunilah segala kesalahan kami
Patutkanlah kami berada di sisi-Mu dengan level sebaik-baik insan
Ikhtibar yang kami dapatkan dari belajar hidup sepanjang hidup

Takkan mampu menghapus segala keburukan ini
Akan tetapi,usaha kami,doa kami,amal kami...
Bahkan semua ini kami persembahkan pada-Mu wahai Penguasa Sejati
Aku di rantaun selalu memanggilmu,Ruh yang senantiasa mengharap Ridha-Mu
Hening malam yang Fitri ini menjadikanku semakin terbuai dalam Takbir yang Suci


Meski telat dan sangat terlambat saya mengucapkan met Lebaran 1432 mohon maaf lahir bathin yach.
Demikian semoga MENJADIKAN KITA SEMAKIN SEMANGAT amin semoga bermanfaat.


related Article:

181 Was Commented to “Ketika Rindu Menyeru”

Post a Comment

Terima kasih atas komentar Anda/Thanxs for Ur Comments/
感谢您的评论 dan please dont SPAM yach...

 

Dhana Arsega/戴安娜 Copyright © 2011 --Edit and Converted by Dhana Arcamo